Upgrade Helm Lawas? Saran IMI Kalsel Tentang Masa Pakai Perlindungan

Kesadaran akan keselamatan berkendara seringkali berhenti pada kepatuhan menggunakan perlengkapan, namun melupakan kualitas dari perlengkapan itu sendiri. Helm, sebagai pelindung kepala yang paling vital, memiliki peran krusial dalam meminimalisir risiko fatal saat terjadi benturan. Namun, banyak pengendara di Kalimantan Selatan yang masih setia menggunakan helm kesayangan mereka selama bertahun-tahun tanpa menyadari bahwa alat tersebut memiliki batas usia efektif. Hal ini memicu IMI Kalimantan Selatan untuk memberikan edukasi penting mengenai kapan seorang pengendara harus melakukan upgrade helm.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa helm yang terlihat masih bagus secara fisik perlu diganti? IMI Kalsel menjelaskan bahwa material interior helm, terutama Styrofoam atau EPS (Expanded Polystyrene), memiliki masa pakai yang terbatas. Seiring berjalannya waktu, suhu udara yang ekstrem, kelembapan, hingga keringat dapat menyebabkan material tersebut mengeras dan kehilangan kemampuan redamnya. Jika tetap digunakan, helm tersebut tidak lagi mampu menyerap energi benturan secara maksimal, yang tentu saja sangat membahayakan nyawa pengendara jika terjadi insiden di jalan raya.

Pembahasan mengenai masa pakai sebuah helm menjadi poin utama dalam kampanye keselamatan ini. Secara umum, para ahli otomotif dan produsen helm menyarankan penggantian setiap 5 tahun sekali sejak tanggal produksi, atau lebih cepat jika helm pernah mengalami benturan keras. IMI Kalsel menekankan bahwa keselamatan tidak bisa dikompromikan dengan alasan penghematan biaya. Membeli helm baru yang memenuhi standar keamanan terkini adalah investasi jangka panjang untuk perlindungan diri sendiri. Perkembangan teknologi material helm saat ini juga jauh lebih maju, menawarkan bobot yang lebih ringan namun dengan tingkat kekuatan yang jauh lebih tinggi.

Pentingnya perlindungan kepala yang maksimal menjadi fokus IMI Kalsel dalam setiap pertemuan dengan komunitas motor. Mereka menyarankan para anggotanya untuk tidak hanya melihat tampilan luar atau merk, tetapi juga memeriksa sertifikasi keamanan seperti SNI, DOT, atau ECE. Helm lawas yang sudah melewati masa edarnya seringkali tidak lagi relevan dengan standar keamanan jalan raya modern yang semakin padat dan berisiko tinggi. Dengan melakukan pembaruan perlengkapan secara berkala, pengendara secara tidak langsung ikut serta dalam upaya menurunkan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di wilayah Kalimantan Selatan.