Proses Transformasi dalam sistem Pendidikan yang mengedepankan nilai Kearifan dan Lokal terus digalakkan oleh Imikalsel. Pendekatan ini bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum modern dengan kekayaan budaya yang dimiliki Kalimantan Selatan. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai adat ke dalam materi ajar, sekolah diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang tangguh, cerdas, sekaligus memiliki jati diri yang kuat sebagai putra daerah di tengah arus globalisasi yang sering kali mengikis tradisi lokal yang luhur.
Penerapan metode ini dimulai dengan memperkenalkan sejarah dan kearifan lokal di dalam kelas melalui berbagai media kreatif. Misalnya, penggunaan cerita rakyat untuk mengajarkan etika dan nilai-nilai moral kepada anak-anak sejak dini. Selain itu, praktik seni tradisional juga dimasukkan sebagai bagian dari ekstrakurikuler yang wajib diikuti. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mengalami langsung bagaimana nilai-nilai tersebut hidup dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka dalam masyarakat yang heterogen.
Para guru juga mendapatkan pelatihan khusus mengenai cara menyampaikan materi dengan pendekatan yang lebih kontekstual. Mereka diarahkan untuk tidak terpaku hanya pada buku teks, melainkan mengeksplorasi sumber belajar dari lingkungan sekitar. Transformasi ini menuntut fleksibilitas tinggi dari tenaga pendidik dalam beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Keterlibatan tokoh adat dan budayawan sebagai narasumber tamu dalam kegiatan sekolah menjadi nilai tambah yang sangat dihargai, karena memberikan perspektif yang berbeda bagi para siswa mengenai pentingnya tradisi lokal.
Selain aspek pendidikan formal, Imikalsel juga menaruh perhatian pada pendidikan karakter yang berbasis pada nilai-nilai kebersamaan. Kegiatan gotong royong di lingkungan sekolah menjadi sarana untuk menanamkan jiwa sosial yang tinggi. Dengan demikian, pendidikan tidak lagi menjadi beban, melainkan proses yang menyenangkan dan bermakna. Siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya mahir dalam bidang akademik tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitar mereka secara berkelanjutan.
Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga konsistensi program ini agar tidak sekadar menjadi tren sesaat. Dukungan dari pemerintah daerah dan orang tua sangat diperlukan untuk menjamin keberlanjutan proses pembelajaran ini. Imikalsel berkomitmen untuk terus memantau setiap perkembangan yang terjadi, serta melakukan evaluasi berkala guna menyesuaikan dengan kebutuhan zaman. Dengan landasan kearifan lokal yang kuat, diharapkan generasi muda Kalimantan Selatan mampu berdiri tegak dan bersaing di kancah nasional tanpa kehilangan akar budayanya sendiri.
