Industri otomotif nasional tengah menatap masa depan dengan harapan besar pada kabinet baru. Produsen mobil Hyundai, melalui entitasnya di Indonesia, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), secara eksplisit menyatakan keinginan mereka agar pemerintahan yang baru dapat memberikan stimulus atau insentif yang berkelanjutan bagi sektor otomotif. Harapan ini muncul di tengah proyeksi penurunan penjualan kendaraan pada tahun 2024, yang mengindikasikan perlunya dukungan pemerintah yang lebih menyeluruh untuk seluruh segmen kendaraan, tidak hanya terbatas pada kendaraan listrik.
Budi Nur Mukmin, Chief Marketing Officer HMID, menegaskan bahwa dukungan pemerintah sangat esensial bagi vitalitas industri. Meski tidak merinci jenis stimulus yang spesifik, ia menyoroti pentingnya kebijakan positif yang dapat mendorong pertumbuhan pasar. Harapan dari produsen mobil ini mencerminkan kebutuhan akan insentif fiskal, keringanan pajak, atau kemudahan regulasi yang dapat mengurangi beban operasional dan pada akhirnya menstimulasi daya beli konsumen. Hal ini konsisten dengan diskusi yang berlangsung di kalangan asosiasi industri, seperti yang tercatat dalam agenda rapat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) dengan pihak terkait pada awal 2025.
Saat ini, beberapa insentif memang telah diterapkan, khususnya untuk mobil listrik, seperti pengurangan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan insentif fiskal lainnya. Selain itu, produsen mobil dan konsumen kendaraan listrik juga diuntungkan dengan keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta pembebasan dari aturan ganjil-genap di sejumlah wilayah metropolitan. Namun, dengan proyeksi penjualan mobil nasional yang diperkirakan hanya mencapai 850.000 unit pada tahun 2024, angka ini jauh di bawah target 1 juta unit di tahun 2023. Situasi ini mendorong para pelaku industri untuk mengharapkan stimulus yang lebih luas.
Penurunan penjualan ini mencerminkan tekanan dari kondisi ekonomi global dan domestik yang berimbas pada daya beli masyarakat. Oleh karena itu, produsen mobil berharap bantuan fiskal dari kabinet baru dapat menjadi katalis untuk memulihkan pasar. Insentif yang komprehensif, mencakup semua segmen kendaraan, akan membantu menjaga stabilitas industri, melindungi investasi, dan pada akhirnya mempertahankan lapangan kerja yang bergantung pada sektor ini.
Dengan demikian, keinginan produsen mobil Hyundai akan stimulus dari kabinet baru menjadi suara yang mewakili aspirasi industri otomotif secara keseluruhan. Kebijakan yang pro-industri dan komprehensif akan menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa sektor otomotif Indonesia dapat terus berinovasi, berkontribusi pada perekonomian, dan menghadapi tantangan masa depan dengan lebih optimis.
