Kalimantan Selatan sering kali dihadapkan pada tantangan alam berupa curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan genangan air dan banjir di beberapa wilayah. Bagi pemilik kendaraan, kondisi ini merupakan ancaman serius yang bisa menyebabkan kerusakan mesin yang fatal atau water hammer. Menanggapi keresahan tersebut, sebuah gerakan inovasi muncul untuk memberikan edukasi mengenai Modifikasi Kendaraan yang tidak hanya fokus pada estetika, tetapi juga pada aspek fungsionalitas dan ketangguhan saat menghadapi kondisi darurat di medan yang terendam air.
Program edukasi yang digagas oleh IMI Kalsel ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi masyarakat agar kendaraan mereka lebih siap menghadapi cuaca ekstrem. Modifikasi yang disarankan bukanlah modifikasi ekstrem yang mengubah bentuk secara drastis, melainkan penyesuaian teknis pada komponen-komponen vital. Misalnya, pemindahan letak lubang asupan udara (air intake) ke posisi yang lebih tinggi atau penggunaan snorkel pada mobil-mobil tipe penjelajah. Langkah sederhana ini sangat efektif untuk mencegah air masuk ke dalam ruang bakar, yang merupakan penyebab utama mesin mati total saat melewati genangan air yang cukup dalam.
Fokus utama dari panduan ini adalah menciptakan kendaraan yang memiliki kemampuan Tahan Banjir dengan standar keamanan yang benar. Selain bagian mesin, sektor kelistrikan juga menjadi perhatian utama. Para mekanik di bawah binaan IMI Kalbar memberikan tips mengenai cara melapisi soket-soket kabel dengan pelindung kedap air (waterproof) guna mencegah terjadinya arus pendek. Kelistrikan adalah bagian yang paling sensitif pada mobil modern, sehingga perlindungan ekstra pada sektor ini akan memberikan rasa aman lebih bagi pengemudi saat harus melintasi wilayah yang terdampak banjir demi keperluan darurat atau evakuasi.
Sesuai dengan Panduan Teknis yang dikeluarkan, masyarakat juga diajarkan mengenai pentingnya perawatan kaki-kaki kendaraan setelah melewati banjir. Air yang bercampur dengan lumpur dapat merusak sistem pengereman dan melarutkan pelumas pada bagian-bagian yang bergerak. IMI Kalsel menekankan bahwa modifikasi harus berjalan beriringan dengan pemahaman teknis penggunanya. Pengemudi harus tahu batas maksimal ketinggian air yang bisa dilewati kendaraannya dan kapan harus memutuskan untuk tidak memaksakan diri. Edukasi ini penting untuk menekan angka kerugian materi yang dialami warga akibat kerusakan kendaraan yang sebenarnya bisa dihindari.
