Kalimantan Selatan, khususnya daerah seperti Banjarmasin dan sekitarnya, dikenal dengan julukan kota seribu sungai, yang secara alami memiliki risiko genangan air atau banjir rob yang cukup tinggi di beberapa musim. Bagi para pemilik kendaraan, kondisi ini merupakan ancaman serius yang dapat menyebabkan kerusakan mesin yang disebut water hammer—suatu kondisi di mana air masuk ke dalam ruang bakar dan menghancurkan piston. Untuk mengatasi tantangan lingkungan ini, para pegiat otomotif lokal sering melakukan modifikasi kedap air agar kendaraan tetap bisa diandalkan dalam menjalankan mobilitas meskipun harus melintasi wilayah yang terendam air secara berkala.
Salah satu langkah paling dasar namun sangat krusial adalah pemindahan titik pengambilan udara atau air intake. Dalam memberikan berbagai tips kepada komunitas, para pakar menekankan bahwa udara harus diambil dari titik tertinggi kendaraan. Modifikasi yang paling umum dilakukan pada kendaraan off-road maupun harian adalah pemasangan snorkel. Dengan adanya saluran udara yang menjulang hingga ke atap kabin, risiko air masuk ke dalam mesin saat kendaraan menerjang genangan tinggi dapat diminimalisir. Selain itu, pemasangan katup satu arah pada boks filter udara juga menjadi tambahan perlindungan agar rembesan air tidak sempat terhisap oleh vakum mesin.
Selain sistem pernapasan mesin, sektor kelistrikan adalah bagian yang paling rentan mengalami kegagalan saat terkena air. Modifikasi di IMI Kalsel mencakup pemberian lapisan pelindung (waterproof coating) pada setiap soket kabel, konektor sensor, dan unit ECU (Electronic Control Unit). Penggunaan gemuk silikon pada sambungan kabel juga sangat disarankan untuk mencegah korosi akibat kelembapan tinggi. Para mekanik juga menyarankan untuk menaikkan selang pernapasan pada bagian diferensial (gardan) dan transmisi. Jika selang pernapasan ini tidak dinaikkan, air dapat terhisap masuk ke dalam girboks saat suhu komponen yang panas tiba-tiba dingin karena terendam air, yang mengakibatkan oli berubah menjadi seperti susu dan merusak gigi transmisi.
Keberhasilan dalam melakukan modifikasi ini memungkinkan kendaraan untuk berfungsi sebagai sarana bantuan darurat saat bencana banjir melanda. Kendaraan yang telah ditingkatkan kemampuan kedap airnya tidak hanya menguntungkan pemilik secara pribadi, tetapi juga memiliki nilai sosial dalam upaya evakuasi atau distribusi logistik di medan rawa. Namun, para pengemudi diingatkan untuk tetap memahami batas maksimal kemampuan kendaraan mereka dan tidak sembarangan menerobos arus air yang kuat. Pengetahuan tentang teknik mengemudi di air, seperti menjaga putaran mesin tetap stabil dan tidak mengganti gigi di tengah genangan, adalah bagian tidak terpisahkan dari seluruh sistem modifikasi ini.
