Roller CVT adalah komponen kecil yang punya peran besar dalam performa motor matic. Roller berfungsi mengatur perbandingan rasio gigi secara otomatis, sehingga motor bisa berakselerasi dengan halus. Namun, seiring pemakaian, roller bisa mengalami keausan. Mengidentifikasi kerusakan roller CVT sejak dini sangat penting untuk mencegah masalah yang lebih serius.
Salah satu tanda awal kerusakan roller CVT adalah motor terasa “ndut-ndutan” atau bergetar saat tarikan awal. Getaran ini biasanya terasa pada kecepatan rendah. Roller yang aus atau peyang menyebabkan pergerakan v-belt menjadi tidak stabil, sehingga tarikan gas terasa tidak mulus. Gejala ini seringkali diabaikan, padahal ini adalah sinyal awal kerusakan.
Tanda lainnya adalah penurunan akselerasi. Jika motor terasa lebih lambat dan butuh waktu lebih lama untuk mencapai kecepatan tinggi, bisa jadi ada masalah pada roller. Roller yang peyang membuat pergerakan v-belt tidak maksimal, sehingga penyaluran tenaga dari mesin ke roda menjadi tidak optimal.
Suara berisik dari area CVT juga patut dicurigai. Kerusakan roller CVT yang parah bisa menimbulkan suara “klotok-klotok” atau “greg-greg” dari area CVT. Suara ini biasanya muncul karena roller yang sudah sangat aus bergesekan dengan mangkok CVT atau ring. Jangan biarkan suara ini terus berlanjut.
Selain itu, konsumsi bahan bakar yang tiba-tiba menjadi boros juga bisa menjadi indikasi kerusakan roller CVT. Mesin membutuhkan putaran lebih tinggi untuk menghasilkan tenaga yang sama. Hal ini mengakibatkan pembakaran yang tidak efisien, dan ujung-ujungnya bensin jadi lebih cepat habis.
Untuk memastikan apakah roller rusak, Anda harus membawanya ke bengkel. Teknisi akan membongkar bagian CVT dan memeriksa kondisi roller secara langsung. Roller yang masih bagus berbentuk bulat sempurna. Jika roller sudah peyang atau gepeng di satu sisi, itu artinya sudah harus diganti.
Jangan tunda penggantian roller yang rusak. Kerusakan roller CVT yang dibiarkan bisa merusak komponen CVT lainnya, seperti mangkok kampas ganda dan v-belt. Biaya perbaikan akan jauh lebih besar jika kerusakannya sudah menyebar.
