Kesadaran akan kelestarian lingkungan hidup kini mulai menyatu dengan nilai-nilai religius di kalangan komunitas otomotif Kalimantan Selatan. Sebuah inovasi lingkungan bertajuk Limbah Jadi Sedekah menjadi bukti nyata bahwa barang-barang yang selama ini dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi sumber pahala dan kesejahteraan umat. Program ini muncul dari keresahan terhadap menumpuknya limbah otomotif dan sampah rumah tangga yang merusak estetika dan kesehatan lingkungan. Melalui manajemen yang rapi, para anggota komunitas motor ini mengajak masyarakat untuk melihat sampah bukan sebagai beban, melainkan sebagai aset ekonomi yang bernilai spiritual tinggi jika dikelola dengan cara yang benar.
Inti dari gerakan ini adalah pembentukan Bank Sampah yang dikelola secara modern dan transparan oleh para pengurus otomotif setempat. Warga didorong untuk memilah sampah dari rumah masing-masing, kemudian menyetorkannya ke titik penjemputan yang telah ditentukan oleh komunitas. Setiap sampah yang disetorkan memiliki nilai konversi rupiah yang langsung dicatat dalam buku tabungan digital. Namun, yang membuat program ini unik adalah opsi bagi nasabah untuk langsung mendonasikan hasil tabungan sampahnya menjadi bentuk amal jariyah. Langkah Kreatif ini membuat masyarakat lebih bersemangat dalam menjaga kebersihan karena mereka merasa sedang menabung untuk dunia sekaligus berinvestasi untuk akhirat.
Keterlibatan aktif dari IMI Kalsel memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap volume limbah yang berhasil dikumpulkan. Para anggota komunitas secara rutin mengumpulkan limbah onderdil bekas, oli, hingga ban yang sudah tidak terpakai dari bengkel-bengkel rekanan. Limbah tersebut kemudian dijual ke pabrik pengolahan atau didaur ulang menjadi produk kerajinan bernilai seni tinggi yang bertema otomotif. Hasil penjualan limbah tersebut sepenuhnya dialokasikan untuk kegiatan sosial, seperti renovasi fasilitas umum atau bantuan kesehatan bagi warga kurang mampu. Hal ini membuktikan bahwa komunitas hobi memiliki kapasitas logistik yang mumpuni untuk menjalankan sistem manajemen limbah yang efektif di wilayah Kalimantan Selatan.
Pendekatan Ala komunitas otomotif ini juga menyentuh aspek edukasi bagi generasi muda. Di setiap acara kumpul anggota, sesi edukasi mengenai pemilahan sampah selalu disisipkan sebagai bagian dari prosedur tetap kegiatan. Mereka mengajarkan bahwa seorang pengendara yang sejati adalah mereka yang tidak meninggalkan jejak sampah di setiap tempat yang mereka kunjungi. Di wilayah Kalsel, semangat ini mulai menular ke komunitas-komunitas lain di luar dunia otomotif. Sampah yang tadinya menjadi sumber masalah di sungai dan selokan, kini mulai terkelola dengan baik dan berubah menjadi dana sosial yang sangat bermanfaat bagi pembangunan daerah.
