Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi yang akan menjadi ajang pembuktian prestasi bagi seluruh kabupaten di wilayah Kalimantan Selatan, kesiapan infrastruktur dan manajemen kompetisi menjadi perhatian utama. Salah satu aspek yang paling krusial dalam menyukseskan cabang olahraga bermotor adalah kualitas penyelenggaraan kegiatan itu sendiri. Untuk itu, organisasi otomotif di tingkat provinsi mulai memberlakukan sistem sertifikasi yang ketat bagi seluruh perusahaan jasa penyelenggara acara atau promotor yang ingin terlibat. Langkah ini diambil guna menjamin bahwa setiap balapan yang digelar memiliki standar keamanan, keadilan, dan profesionalisme yang tidak bisa ditawar-tawar.
Penerapan standar operasional prosedur yang baru ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan sengketa teknis yang sering terjadi dalam perlombaan lokal. Setiap Event Organizer diwajibkan untuk memiliki personel yang Sertifikasi dalam bidang manajemen lintasan, teknisi pengecekan kendaraan (scrutineering), hingga petugas medis khusus olahraga motor. Selain itu, kelengkapan peralatan pendukung seperti sistem pencatat waktu digital yang akurat dan pagar pembatas standar nasional menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi. IMI di wilayah Kalsel tidak akan memberikan izin rekomendasi kegiatan bagi penyelenggara yang dinilai belum mampu memenuhi kriteria dasar tersebut, demi menjaga keselamatan para atlet.
Fokus persiapan menuju Porprov 2026 ini juga mencakup standarisasi penilaian bagi para juri dan wasit yang akan bertugas. Pelatihan dan penyegaran mengenai regulasi balap terbaru diberikan secara berkala agar setiap keputusan yang diambil di lapangan bersifat objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Profesionalisme penyelenggara akan sangat berdampak pada kualitas mental para atlet; jika kompetisi dikelola dengan baik, para atlet akan terbiasa dengan atmosfer balap yang standar dan tidak akan canggung saat naik ke level kejuaraan yang lebih tinggi. Kalsel berambisi untuk menjadi barometer penyelenggaraan balap motor terbaik di pulau Kalimantan melalui penertiban tata kelola organisasi ini.
Selain masalah teknis, proses audit terhadap manajemen keuangan dan perizinan juga menjadi bagian dari program penguatan ini. Penyelenggara diwajibkan untuk memiliki asuransi perlindungan bagi seluruh kru, pembalap, dan penonton yang hadir di lokasi. Transparansi dalam pembagian kelas pertandingan dan pemberian hadiah juga dipantau secara ketat untuk menghindari praktik-praktik yang merugikan peserta. Dengan ekosistem yang bersih dan profesional, diharapkan semakin banyak brand nasional yang tertarik untuk menjadi sponsor utama, sehingga skala kegiatan dapat ditingkatkan dan memberikan nilai tambah bagi pariwisata daerah.
