Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi visual dan industri kreatif di tahun 2026, dunia otomotif tidak lagi hanya terbatas pada modifikasi fisik mesin dan bodi. Penampilan visual melalui sentuhan Kreativitas Desain Grafis kini menjadi salah satu elemen penentu identitas sebuah kendaraan. Menyadari pergeseran tren ini, IMI Kalsel mengambil inisiatif inovatif dengan menyelenggarakan sebuah wadah bagi para seniman visual dan desainer melalui ajang kontes digital. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi kreatif anak muda di Kalimantan Selatan dalam merancang konsep visual otomotif yang modern, estetik, dan memiliki nilai jual tinggi di pasar industri kreatif nasional.
Program ini dirancang untuk merangkul para kreator yang selama ini mungkin tidak memiliki akses langsung ke bengkel modifikasi fisik, namun memiliki keahlian luar biasa dalam menggunakan perangkat lunak desain. Kontes digital ini mencakup berbagai kategori, mulai dari desain livery kendaraan balap, konsep modifikasi 3D, hingga pembuatan aset grafis untuk keperluan promosi tim balap profesional. Dengan memberikan panggung bagi para desainer grafis, organisasi otomotif di Kalimantan Selatan ingin membuktikan bahwa ekosistem otomotif sangat luas dan mencakup banyak sektor pendukung yang saling berkaitan. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung ekonomi kreatif berbasis digital di wilayah tersebut.
Salah satu fokus utama dari kontes ini adalah bagaimana menciptakan desain yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga dapat diaplikasikan secara nyata ke kendaraan fisik. Para juri yang terlibat dalam ajang ini terdiri dari praktisi otomotif kawakan dan desainer profesional yang menilai aspek orisinalitas, komposisi warna, hingga kesesuaian konsep dengan tren industri otomotif terkini. Melalui proses kompetisi yang ketat, para desainer ditantang untuk berpikir kritis dalam menerjemahkan filosofi sebuah merek atau tim balap ke dalam bentuk visual yang ikonik. Kreativitas desain grafis yang lahir dari tangan-tangan lokal diharapkan mampu memberikan warna baru dalam dunia otomotif Indonesia.
Selain sebagai ajang perlombaan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi mengenai hak kekayaan intelektual (HAKI) di dunia desain. Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga orisinalitas karya dan bagaimana prosedur yang benar dalam menggunakan elemen grafis tertentu. Di era digital 2026, perlindungan terhadap karya seni sangatlah krusial agar para desainer mendapatkan penghargaan yang layak atas jerih payah mereka. Dengan adanya wadah yang terorganisir, diharapkan muncul kolaborasi antara pemilik merek otomotif dengan para desainer lokal untuk menciptakan produk-produk inovatif yang mampu bersaing di tingkat internasional.
