Gaya Hidup Biker Kalsel: IMI Kalsel Kampanyekan ‘No Arogan’ Saat Touring di Jalur Trans Borneo

Kalimantan Selatan memiliki komunitas roda dua yang sangat solid dan aktif dalam melakukan kegiatan perjalanan jarak jauh. Namun, seiring dengan semakin banyaknya rombongan motor yang melintasi jalan raya, muncul tantangan mengenai cara bersosialisasi dengan pengguna jalan lainnya. Memahami hal tersebut, muncul sebuah gerakan masif untuk menata kembali Gaya Hidup Biker Kalsel agar lebih positif dan bermartabat. Menjadi seorang pengendara motor bukan hanya soal memiliki kendaraan yang mahal atau bergabung dalam klub yang besar, melainkan tentang bagaimana menunjukkan karakter yang santun, tertib hukum, dan menghormati hak-hak publik di ruang terbuka yang digunakan bersama-sama.

Dalam upaya menjaga ketertiban umum, pihak IMI Kalsel Kampanyekan standar perilaku baru yang harus ditaati oleh setiap anggota komunitas saat berada dalam rombongan. Kampanye ini dilakukan melalui berbagai pertemuan rutin, media sosial, hingga pemasangan atribut pada kendaraan. Fokus utamanya adalah menghilangkan kebiasaan buruk yang sering kali meresahkan masyarakat, seperti penggunaan knalpot bising yang tidak pada tempatnya atau tindakan menutup jalan secara sepihak. IMI menekankan bahwa seorang pengendara sejati adalah mereka yang mampu mengendalikan egonya sendiri, bukan mereka yang merasa paling berkuasa karena sedang bergerak bersama kelompoknya di jalanan umum.

Slogan utama yang diusung dalam gerakan ini adalah ‘No Arogan’ Saat berkendara di mana pun dan kapan pun. Sikap arogan sering kali dipicu oleh rasa bangga yang berlebihan sehingga melupakan keselamatan. Melalui edukasi ini, para pengendara diajarkan untuk tetap bersabar meskipun dalam kondisi lalu lintas yang padat atau saat bertemu dengan pengendara lain yang kurang tertib. Menghargai pejalan kaki dan pengendara yang lebih lambat adalah bagian dari etika yang terus ditekankan. Kampanye ini bertujuan untuk mengubah citra klub motor yang dulunya sering dianggap negatif oleh masyarakat menjadi sebuah kelompok yang membawa dampak sosial positif dan bisa dijadikan teladan dalam keselamatan berlalu lintas.

Aktivitas ini menjadi sangat krusial terutama saat komunitas melakukan kegiatan Touring di Jalur yang menantang dan jauh. Jalur lintas provinsi memiliki tingkat bahaya yang tinggi karena banyaknya kendaraan besar dan kondisi jalan yang tidak selalu mulus. Dengan mengedepankan sikap rendah hati dan disiplin, risiko kecelakaan akibat kecerobohan atau saling mendahului dengan cara yang berbahaya dapat diminimalisir secara signifikan. Para pemimpin rombongan (road captain) diberikan pelatihan khusus agar mampu memimpin kelompoknya dengan cara yang elegan, memastikan semua anggota sampai di tujuan dengan selamat tanpa menimbulkan gesekan atau kemarahan dari warga setempat di sepanjang perjalanan.