Ikatan Motor Indonesia Kalimantan Selatan (IMI Kalsel) kini menghadapi sebuah fenomena yang semakin populer di kalangan komunitas otomotif: balap dragbike malam hari. Praktik menyelenggarakan acara adu kecepatan di malam hari telah menjadi tren, namun IMI Kalsel tengah mendebatkan apakah format ini lebih aman dalam hal mengurangi gangguan lalu lintas, atau justru lebih berbahaya dari sudut pandang keselamatan rider dan penonton. Diskusi ini memerlukan evaluasi menyeluruh.
Pendukung balap dragbike malam hari berargumen bahwa penyelenggaraan di waktu tersebut lebih aman karena volume kendaraan di jalan raya, terutama di lokasi yang terisolasi, jauh berkurang. Hal ini meminimalkan risiko kecelakaan yang melibatkan pengendara non-peserta dan mengurangi potensi kemacetan di jalan utama. IMI Kalsel melihat adanya potensi efisiensi logistik dan dukungan pencahayaan buatan yang dapat mempermudah pengawasan.
Namun, IMI Kalsel juga sangat menyadari bahwa balap dragbike malam hari membawa risiko yang lebih berbahaya secara inheren. Faktor visibilitas menjadi kekhawatiran utama. Meskipun pencahayaan buatan tersedia, kontras dan ketajaman pandangan pada malam hari tidak seoptimal di siang hari, yang dapat meningkatkan risiko kesalahan teknis dan reaksi yang terlambat, baik dari pembalap maupun petugas lintasan.
Selain faktor visibilitas, isu lebih berbahaya lainnya adalah pengawasan penonton. Kerumunan pada malam hari seringkali lebih sulit dikendalikan, dan insiden track invasion atau pelanggaran batas aman penonton cenderung meningkat. IMI Kalsel harus mengeluarkan sumber daya tambahan untuk keamanan, dan jika pengawasan gagal, potensi insiden serius yang merugikan semua pihak yang terlibat dalam balap dragbike menjadi sangat tinggi.
IMI Kalsel kini sedang menyusun regulasi baru yang spesifik untuk balap dragbike malam hari. Regulasi ini mungkin akan mencakup standar pencahayaan minimum yang ketat, kewajiban penggunaan perlengkapan keselamatan dengan reflector, dan penambahan jumlah marshal yang bertugas. Tujuannya adalah memastikan bahwa jika fenomena ini terus berlanjut, IMI Kalsel dapat mengelolanya sehingga lebih aman dan mengurangi aspek yang lebih berbahaya.
Para pembalap muda sendiri cenderung menyukai balap dragbike malam hari karena atmosfernya yang berbeda, lebih sejuk, dan terkesan lebih eksklusif. IMI Kalsel berupaya mengakomodasi antusiasme ini, namun tanpa mengorbankan standar keselamatan. Mereka mengadakan survei mendalam terhadap pengalaman pembalap dan penonton untuk mendapatkan data objektif tentang pro dan kontra penyelenggaraan balap di malam hari.
Kesimpulannya, perdebatan apakah balap dragbike malam hari yang difasilitasi IMI Kalsel lebih aman atau lebih berbahaya masih berlanjut. Untuk menjamin keselamatan, IMI Kalsel harus menerapkan protokol yang sangat ketat dan berinvestasi dalam teknologi pengawasan yang canggih. Jika tidak, potensi risiko lebih berbahaya akan selalu membayangi setiap event balap dragbike yang diadakan di malam hari.
