Keselamatan adalah aspek nomor satu dalam setiap penyelenggaraan event olahraga otomotif. Risiko kebakaran akibat kebocoran bahan bakar atau korsleting kelistrikan saat balapan selalu menjadi ancaman yang harus dimitigasi dengan kesiapan sistem pemadam api yang mumpuni. Ikatan Motor Indonesia (IMI) wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) baru-baru ini menggelar kegiatan demonstrasi penggunaan alat pemadam api khusus kendaraan balap, yang bertujuan untuk meningkatkan standar keamanan bagi seluruh pembalap dan kru teknis di wilayah tersebut.
Dalam dunia balap, alat pemadam api yang digunakan tidak sama dengan pemadam api ringan (APAR) biasa yang kita temukan di gedung atau perkantoran. Alat pemadam untuk kendaraan balap biasanya terpasang secara permanen (built-in) dengan sistem penyemprotan otomatis atau manual yang diarahkan langsung ke kompartemen mesin dan tangki bahan bakar. Demonstrasi yang dilakukan oleh IMI Kalsel ini memberikan edukasi mengenai cara kerja sistem fire extinguisher tersebut, mulai dari aktivasi tombol darurat hingga bagaimana media pemadam bekerja secara kimiawi untuk memutus reaksi api dalam waktu hitungan detik.
Para peserta yang terdiri dari mekanik, pengemudi, dan panitia penyelenggara balap diajarkan untuk memahami bahwa setiap detik sangat berharga saat terjadi insiden kebakaran. Penguasaan teknis mengenai tata cara evakuasi pembalap dari dalam kokpit yang sedang terbakar pun dipraktikkan secara simulasi. Hal ini krusial karena seringkali kepanikan menjadi musuh utama saat terjadi insiden. Dengan seringnya melakukan demonstrasi dan pelatihan, diharapkan setiap personel yang terlibat di lapangan memiliki muscle memory untuk merespons kondisi darurat secara tenang dan terukur.
Pihak IMI Kalsel menekankan bahwa penggunaan alat pemadam api yang memenuhi standar kendaraan balap internasional adalah kewajiban bagi setiap peserta yang ingin mengikuti event resmi. Standar ini tidak bisa ditawar karena menyangkut nyawa manusia. Selain mendemonstrasikan alat, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai perawatan alat pemadam, seperti pengecekan tekanan tabung secara berkala, masa kedaluwarsa media pemadam, hingga kebersihan nosel penyemprot agar tidak tersumbat. Alat yang prima akan memberikan perlindungan maksimal saat dibutuhkan di situasi genting.
